Cerita Rahmat yang Sukses Lolos Masuk STAN

June 20, 2019 | By eddye | Filed in: Edukasi.

Perkenalkan, nama saya Rahmat. Saya adalah siswa kelas XII jurusan Ipa di salah satu sekolah negeri di kota Yogyakarta. Saya merupakan pemuda kelahiran tahun 2000. Saya memiliki cita-cita masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara atau biasa disebut dengan STAN. Cita-cita tersebut telah lama saya miliki sejak saya duduk dibangku SMP.

Salah satu hal yang mendorong saya memiliki cita-cita tersebut adalah ayah saya. Kata bapak, sekolah di STAN itu enak, sebab sudah ikatan dinas (maksudnya setelah lulus bisa langsung bekerja), kita juga bisa jadi PNS, dan yang terpenting biayanya sangat minim atau gratis.

Maklum, karena keluarga kami yang memang sederhana, dan dari kampung, sehingga beberapa faktor yang telah saya sebutkan memang dirasa begitu menggiurkan. Demi mencapai cita-cita masuk STAN ditambah memilki niat untuk membahagiakan kedua orang tua, saya selalu giat dalam belajar.

Selain belajar, hal yang perlu saya ketahui untuk bisa lolos adalah tentang bagaimana cara daftar STAN. Saya mencari banyak informasi dari berbagai sumber cara daftar STAN, mulai dari internet, guru, hingga teman, dan juga kakak kelas yang sudah menjadi mahasiswa sekolah tinggi kedinasan itu.

Salah satu informasi yang saya terima bagaimana tata cara daftar STAN adalah dengan membuka website resminya dan kemudian registrasi diri. Dalam registrasi tersebut, kita harus mengisi beberapa biodata diri, seperti nama, tanggal lahir, asal sekolah, nilai dan masih banyak hal yang lainnya.

Setelah mengetahui cara daftar STAN, hal penting yang saya lakukan adalah mencari informasi tahapan ujian.  Sekilas info saja, Ujian Saringan Masuk (USM) STAN terdiri dari beberapa tahapan. Tahapan tersebut memang mengalami perubahan selama beberapa tahun terakhir, tetapi garis besarnya sebagai berikut:

  1. Tes Tertulis (TPA atau Tes Potensi Akademik dan Tes Bahasa Inggris).
  2. Tes Kebugaran.
  3. Tes Kemampuan Dasar (TKD) yang terdiri dari 100 soal tentang kebangsaan, kepribadian, dan intelegensi umum.

Tak hanya itu, usaha saya juga dibarengi dengan mengikuti bimbingan belajar tambahan di RuangGuru. Saya memilih RuangGuru sebagai tempat bimbel online karena memiliki materi yang lengkap dengan pengajar yang profesional dan berpengalaman.

Selain itu, di RuangGuru juga memiliki ribuan soal beserta pembahasn yang bisa kita download sebagai bahan latihan.

Dan hal yang terpenting mengapa saya memilih RuangGuru adalah biayanya yang lumayan murah dibanding tempat les pada umumnya.

Usaha memang tidak pernah menghianati hasil. Pada setahun lalu, siapa sangka saya mendapat pengumuman bahwa saya diterima dan lolos masuk STAN. Seorang siwa daerah dan orang tuanya hanya seorang petani.

Semua impian tersebut terwujud tentunya tak terlepas dari izin Allah Subhana Wa Taala dan doa restu kedua orang tua saya yang tak pernah lelah mendoakan anaknya. Oleh sebab itu, untuk kamu yang memiliki mimpi seperti saya, cobalah untuk mewujudkannya.

Karena dengan usaha dan doa orang tua, serta izin Tuhan YME, semua yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *